Penggunaan Epinefrin dengan Anestesi Lokal di Jari Tangan dan Kaki Aman

Oleh :
dr. Andrian Yadikusumo, Sp.An

Penggunaan epinefrin sebagai tambahan anestesi lokal dulunya didogma berbahaya karena dianggap bisa menyebabkan nekrosis akibat vasokonstriksi. Risiko nekrosis ini terutama dikhawatirkan terjadi pada anestesi lokal yang melibatkan arteriol terminal, misalnya pada jari tangan, jari kaki, dan penis.

Namun, epinefrin juga dilaporkan mempunyai efek positif, seperti memperpanjang efek anestesi dan mengurangi dosis anestesi yang dibutuhkan. Efek vasokonstriksi akibat epinefrin juga dikatakan dapat mengurangi perdarahan di area tindakan. Perdebatan mengenai efek positif dan negatif ini akhirnya membuat banyak uji klinis mempelajari penggunaan epinefrin pada anestesi lokal secara lebih detail.[1-3]

Surgeon,Man,Inputting,Drug,For,Local,Anesthesia,During,Surgery,To

Anestesi Lokal yang Menggunakan Epinefrin sebagai Tambahan Obat

Anestesi lokal yang biasanya menggunakan epinefrin sebagai tambahan obat adalah anestesi teknik WALANT (Wide-Awake Local Anesthesia No Tourniquet) yang diberikan pada ekstremitas distal dan anestesi penis.

Teknik WALANT pada Ekstremitas Distal

WALANT dilakukan pada pasien yang sadar penuh dengan menggunakan kombinasi larutan epinefrin dan lidocaine. Lokasi penyuntikan adalah pada operasi daerah palmar manus dengan teknik wrist block.[1]

Onset untuk terjadinya efek vasokonstriksi dan anestesia yang sempurna setelah injeksi adalah sekitar 30 menit. Seperti namanya, teknik ini dilakukan tanpa penggunaan torniket. Durasi blok anestesi setelah teknik ini tergantung pada konsentrasi dan dosis obat anestesi lokal yang digunakan. Menurut Lalonde, et al., teknik ini tidak memiliki efek samping nekrosis jaringan akibat vasokonstriksi yang bermakna.[3]

Blok Penis

Blok anestesi ini sering kali digunakan pada operasi sirkumsisi, koreksi hipospadia, dan Peyronie's disease. Kombinasi epinefrin dan lidocaine pada blok ini memberikan efek lapangan operasi yang lebih bersih karena berkurangnya perdarahan.[4]

Onset anestesi pada teknik ini kurang lebih sama dengan teknik WALANT. Dalam studi oleh Palingrungi, et al., epinefrin dilaporkan dapat menyebabkan nekrosis jaringan distal setelah blok ini. Namun, hal ini dinilai sangat jarang terjadi.[4]

Efektivitas dan Keamanan Epinefrin sebagai Tambahan Anestesi Lokal

Epinefrin bekerja sebagai hormon agonis yang menstimulasi saraf simpatis, sehingga meningkatkan vasokontriksi. Vasokonstriksi ini akan mempertahankan konsentrasi obat anestesi lokal di area injeksi agar tetap tinggi, sehingga blok anestesi yang dihasilkan bertahan lebih lama.[5]

Namun, beberapa studi terdahulu, misalnya studi oleh Denkler, et al. pada tahun 1950, melaporkan munculnya kasus gangren jari setelah anestesi akral dengan kombinasi procaine dan cocaine bersama epinefrin. Hal ini kemudian disanggah oleh studi-studi yang lebih baru yang melaporkan bahwa penggunaan epinefrin bersama anestesi akral tidak menyebabkan komplikasi.[2]

Steinberg, et al. menunjukkan bahwa penggunaan larutan campuran lidocaine 1–2% dan epinefrin 1:100.000 sampai 1:200.000 untuk anestesi akral (jari tangan atau kaki) tidak menimbulkan nekrosis, cedera jari, maupun reaksi sistemik. Nekrosis justru terjadi pada penggunaan anestesi bersama torniket. Uji klinis acak oleh Wilhelmi, et al. juga menunjukkan hasil yang sejalan.[2,6]

Lalonde, et al. melakukan studi multisenter yang melibatkan 3.110 pasien yang perlu menjalani operasi tangan dengan anestesi akraI teknik WALANT (Wide-Awake Local Anesthesia No Tourniquet). Hasil menunjukkan bahwa penggunaan epinefrin pada operasi tangan dengan teknik ini meningkatkan kualitas operasi dan efisiensi biaya, serta tidak menimbulkan nekrosis perifer dan tidak membutuhkan phentolamine.[1]

Chowdhry, et al. juga menemukan hasil yang mirip setelah meninjau kasus 1.111 pasien yang menjalani operasi tangan atau jari tangan menggunakan epinefrin dan anestesi lokal. Tinjauan ini tidak menemukan kejadian gangren.[7]

Schnabl et al. pada tahun 2014 mengemukakan bahwa blok penis dengan kombinasi epinefrin 1:200.000 dan ropivacaine memiliki efektivitas yang baik tanpa efek samping. Hal ini tampak dari angka kepuasan pasien terhadap hasil anestesi dan analgesia yang dihasilkan.[2]

Namun, studi Mcnamara, et al. pada tahun 2022 melaporkan 1 kasus efek samping akibat kombinasi epinefrin dan lidocaine pada pasien dengan Raynaud's phenomenon. Mcnamara, et al. menyimpulkan bahwa penggunaan epinefrin memang aman untuk sebagian besar kasus tetapi mungkin berisiko untuk pasien dengan kelainan pembuluh darah.[8]

Epinefrin Meningkatkan Dosis Aman Anestesi Lokal

Pemberian epinefrin saat anestesi lokal dapat meningkatkan dosis aman obat anestesi yang digunakan. Contohnya, dosis aman lidocaine bila diberikan tanpa epinefrin adalah 3 mg/kg. Namun, bila diberikan dengan epinefrin, dosis aman lidocaine akan menjadi 7 mg/kg. Hal ini berarti bahwa pemberian epinefrin bersama anestesi lokal mengurangi risiko toksisitas akibat obat anestesi.[2]

Apabila anestesi lokal tidak sengaja diinjeksikan ke dalam arteri (efek menjadi sistemik), epinefrin juga akan memiliki efek protektif terhadap risiko toksisitas jantung akibat obat anestesi.[2]

Kesimpulan

Kombinasi larutan anestesi lokal dan epinefrin terbukti efektif untuk memperpanjang efek anestesi lokal dan terbukti aman untuk digunakan pada area perifer seperti jari tangan, jari kaki, hidung, dan penis. Larutan epinefrin yang dilaporkan aman untuk kombinasi dengan anestesi lokal adalah epinefrin 1:100.000 sampai dengan 1:200.000. Penggunaan epinefrin murni tidak dianjurkan.

Pada kasus yang langka di mana pasien memiliki penyakit pembuluh darah spesifik seperti Raynaud's phenomenon, kombinasi epinefrin dan anestesi lokal perlu dilakukan dengan berhati-hati karena mungkin menyebabkan efek samping torniket kimiawi. Bila efek torniket kimiawi ini terjadi, phentolamine dapat menjadi antidotnya.

Pemberian epinefrin bersama anestesi lokal juga meningkatkan dosis aman anestesi lokal tersebut. Misalnya, dosis aman lidocaine tanpa epinefrin adalah 3 mg/kg tetapi dosis aman lidocaine bersama epinefrin adalah 7 mg/kg. Hal ini berarti bahwa epinefrin mengurangi risiko toksisitas akibat anestesi lokal. Selain itu, pada kasus injeksi anestesi lokal secara tidak sengaja ke arteri (efeknya menjadi sistemik), epinefrin melindungi pasien terhadap risiko toksisitas  jantung akibat obat anestesi.

Manfaat lain epinefrin adalah efek vasokonstriksi yang mengurangi perdarahan di area operasi, sehingga memberikan visualisasi yang lebih baik untuk dokter dan mengurangi kehilangan darah. Epinefrin juga memperpanjang efek obat anestesi, sehingga akan memberikan efek analgesik yang lebih baik.

Kombinasi epinefrin dan anestesi lokal memang sudah terbukti bermanfaat dan tidak berbahaya pada mayoritas pasien. Namun, penggunaannya masih belum termasuk dalam konsensus kolegium anestesi karena kurangnya uji klinis acak langsung akibat kurangnya minat perusahaan farmasi. Hal ini membuat keputusan untuk menggunakan kombinasi ini dalam praktik sehari-hari dikembalikan lagi kepada masing-masing dokter sesuai kondisi klinis pasien.

Referensi