Kriteria Pasien untuk Vaginal Birth After Caesarean Section (VBAC)

Oleh :
dr.Krisandryka

Vaginal birth after cesarean delivery (VBAC) merupakan metode persalinan yang telah didukung oleh banyak basis bukti ilmiah. VBAC aman dilakukan pada kebanyakan kasus kehamilan, meskipun memang ada beberapa kondisi yang menjadi eksklusi. Walaupun begitu, banyak dokter ragu melakukan VBAC karena khawatir akan risiko terhadap ibu dan janin.[1,2]

Manfaat dan Risiko Vaginal Birth After Cesarean Delivery

Metode vaginal birth after cesarean delivery (VBAC) memberikan peluang bagi wanita yang menginginkan persalinan pervaginam setelah persalinan sectio caesarea (SC) sebelumnya. Selain mampu memberi kesempatan pada pasien untuk memenuhi preferensi persalinan pervaginam, VBAC juga telah dikaitkan dengan penurunan morbiditas ibu dan penurunan risiko komplikasi pada kehamilan masa depan.[1,2]

Depositphotos_153969680_s-2019_

Manfaat Vaginal Birth After Cesarean Delivery

Vaginal birth after cesarean delivery (VBAC) dihubungkan dengan berbagai manfaat medis bagi pasien. Pasien yang berhasil melakukan VBAC terhindar dari operasi sectio caesarea yang merupakan tindakan bedah mayor. Hal ini tentunya memaparkan pasien terhadap risiko yang lebih rendah untuk mengalami perdarahan, tromboemboli, dan infeksi.

Pasien yang menjalani VBAC juga tidak perlu menjalani proses pemulihan pascabedah yang relatif lebih panjang dibandingkan persalinan pervaginam. Bagi pasien yang masih berencana hamil di kemudian hari, VBAC dapat menurunkan risiko maternal terkait tindakan sectio caesarea multipel, seperti histerektomi, jejas pada usus atau kandung kemih, keperluan transfusi darah, dan abnormalitas pada plasenta.[1,3]

Risiko Vaginal Birth After Cesarean Delivery

Vaginal birth after cesarean delivery (VBAC) juga dapat menyebabkan perdarahan, tromboemboli, dan infeksi. Namun, tingkat risikonya telah dilaporkan lebih rendah dibandingkan sectio caesarea berulang.

Selain itu, VBAC juga telah dikaitkan dengan risiko ruptur uteri. Risiko ruptur uteri dilaporkan lebih rendah pada pasien dengan jenis sayatan sectio caesarea melintang rendah.[3]

Kandidat Vaginal Birth After Cesarean Delivery

Kemungkinan mencapai vaginal birth after cesarean delivery (VBAC) berbeda pada tiap pasien bergantung pada karakteristik demografis dan obstetriknya. Sebagai contoh, wanita yang indikasi sectio caesaria pertamanya adalah henti gangguan persalinan cenderung tidak berhasil dalam upaya VBAC dibandingkan mereka yang indikasinya tidak berulang seperti presentasi sungsang. Selain itu, juga telah dilaporkan bahwa wanita yang menjalani induksi persalinan atau augmentasi memiliki kemungkinan VBAC lebih kecil dibandingkan wanita dengan janin pada usia kehamilan yang sama dalam persalinan spontan tanpa augmentasi.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemungkinan VBAC secara negatif adalah peningkatan usia ibu, indeks massa tubuh yang tinggi, dan usia kehamilan di atas 40 minggu saat melahirkan. Interval antar persalinan yang kurang dari 19 bulan dan adanya preeklampsia pada saat persalinan juga dikaitkan dengan penurunan kemungkinan mencapai VBAC.[3]

Wanita Kandidat VBAC

Menurut American College of Obstetricians and Gynaecologist (ACOG), kriteria pasien yang merupakan kandidat untuk VBAC dan direkomendasikan untuk menjalani trial of labor after cesarean section (TOLAC) adalah pasien hamil tunggal maupun kembar dengan riwayat sectio caesarea 1 kali dengan sayatan melintang rendah. Pasien dengan riwayat sectio caesarea 2 kali dengan sayatan melintang rendah pun masih dapat menjadi kandidat VBAC, dengan memperhatikan faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan kegagalan.[3-5]

Wanita Bukan Kandidat VBAC

Pasien yang bukan merupakan kandidat VBAC adalah pasien dengan risiko tinggi, yakni pasien dengan riwayat sectio caesarea sayatan memanjang atau T, riwayat ruptur uteri, riwayat pembedahan uterus transfundal ekstensif, dan pasien hamil dengan kontraindikasi persalinan pervaginam, misalnya plasenta previa. Pasien dengan makrosomia dan usia kehamilan >40 minggu pun tidak direkomendasikan untuk menjalani TOLAC.[3,4]

Perhatian Khusus dalam Memilih Kandidat VBAC

Pada pasien yang memenuhi kriteria, tingkat keberhasilan VBAC berdasarkan indikasi sectio caesarea sebelumnya adalah 75% untuk malpresentasi; 60% untuk fetal distress; dan 54% untuk persalinan tidak maju atau disproporsi kepala-panggul. Namun, dalam praktiknya, kondisi spesifik pada setiap kasus harus dipertimbangkan. Contohnya, jika pasien yang tidak memenuhi kriteria TOLAC datang dengan bukaan lengkap, pasien dan tenaga medis dapat mempertimbangkan untuk melakukan TOLAC.[3,4]

Menurut guideline ACOG, direkomendasikan bahwa TOLAC dilakukan di fasilitas kesehatan yang dapat melakukan sectio caesarea darurat. Pernyataan tersebut meningkatkan rasa takut tenaga kesehatan untuk melakukan TOLAC, sehingga menurunkan angka VBAC. Karena itu, National Institutes of Health merekomendasikan agar ACOG melakukan asesmen ulang berdasarkan risiko obstetri terhadap pernyataan tersebut.[3,4]

Saat ini, meskipun ACOG tetap mempertahankan pernyataan tersebut, mereka pun menambahkan rekomendasi bahwa jika di fasilitas kesehatan tidak memiliki akses untuk sectio caesarea darurat, tenaga kesehatan dan pasien berdiskusi mengenai ketersediaan staf obstetri, pediatri, anestesi, dan kamar operasi di tempat tersebut. Jika pasien yang memenuhi kriteria menerima kondisi tersebut dan pasien tetap menginginkan untuk dilakukan TOLAC, tenaga kesehatan perlu menghargai otonomi dan keputusan pasien tersebut.[3,4]

Memprediksi Keberhasilan Vaginal Birth After Cesarean Delivery

Studi oleh Grobman et al berhasil membuat model kalkulator untuk memprediksi keberhasilan vaginal birth after cesarean delivery (VBAC) untuk wanita dari semua ras dan kelompok etnis. Model tersebut memerlukan usia ibu, berat badan sebelum hamil, tinggi badan, indikasi sectio caesarea sebelumnya, riwayat obstetri, dan ada-tidaknya hipertensi kronis.

Kemungkinan VBAC berhasil lebih tinggi pada wanita yang bertubuh lebih tinggi dan memiliki riwayat persalinan pervaginam, khususnya jika persalinan pervaginam tersebut terjadi setelah persalinan sectio caesaria. Kemungkinan VBAC lebih rendah pada wanita berusia lebih tua, bertubuh lebih berat, memiliki indikasi sectio caesarea sebelumnya berupa persalinan tidak maju, dan memiliki riwayat pengobatan hipertensi kronis.[6,7]

Kesimpulan

Vaginal birth after cesarean delivery (VBAC) memiliki berbagai keuntungan medis.Pasien VBAC mengalami pemulihan postpartum lebih cepat dan jika berencana hamil lagi dapat menurunkan risiko maternal terkait sectio caesarea berulang.

Sebagian besar pasien sebenarnya dapat menjadi kandidat VBAC. Kandidat terbaik untuk VBAC adalah pasien hamil tunggal maupun kembar dengan riwayat sectio caesaria 1 kali dengan sayatan melintang rendah. Pasien dengan riwayat sectio caesarea lebih dari 1 kali dengan sayatan melintang rendah juga masih mungkin menjadi kandidat VBAC, dengan mempertimbangkan karakteristik demografi dan obstetrik masing-masing pasien.

Kemungkinan VBAC berhasil lebih tinggi pada wanita yang bertubuh lebih tinggi dan memiliki riwayat persalinan pervaginam, khususnya jika persalinan pervaginam tersebut terjadi setelah persalinan sectio caesarea. Kemungkinan VBAC lebih rendah pada wanita berusia lebih tua, bertubuh lebih berat, memiliki indikasi sectio caesarea sebelumnya berupa persalinan tidak maju, dan memiliki riwayat pengobatan hipertensi kronis.

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Nathania S. Sutisna

Referensi