Plat Logam Pasca Fraktur: Perlu Diangkat Atau Tidak

Oleh :
dr.Albert Lesmana, Sp.OT

Masih terdapat kontroversi mengenai apakah plat logam pasca penyembuhan fraktur perlu diangkat atau tidak, terutama jika pasien tidak memiliki keluhan apapun. Tentu saja, pada kasus dimana pasien mengalami infeksi tempat operasi, alergi logam, gangguan jaringan lunak atau kegagalan osteosintesis, pengangkatan logam harus dilakukan. Yang menjadi perdebatan adalah apakah pengangkatan plat logam diperlukan secara rutin pada semua pasien, termasuk yang tidak memiliki keluhan.[1,2]

Jenis Implan Ortopedi

Secara umum implan ortopedi dibagi menjadi dua, yakni implan permanen dan implan sementara. Implan ortopedi permanen merupakan implan yang diaplikasikan untuk kebutuhan seperti penggantian sendi dan ditujukan untuk penggunaan seumur hidup pasien. Implan ortopedi permanen tentunya tidak perlu diangkat bila tidak mengalami kerusakan atau infeksi. Contoh dari implan permanen adalah prosthesis untuk penggantian sendi seperti panggul, lutut, atau pergelangan kaki. Biasanya material untuk implan ini terbuat dari metal, keramik, dan polimer.

plate and screw

Jenis implan ortopedi lainnya adalah implan ortopedi sementara yang biasanya digunakan untuk stabilisasi fraktur. Implan ortopedi sementara, seperti plates and screws, wires, intramedullary nails,  berfungsi untuk mempertahankan stabilitas setelah dilakukan reduksi pada fraktur. Implan jenis ini biasanya menggunakan material dengan bahan stainless steel atau titanium. Hal ini diperlukan agar tulang yang patah dapat mengalami penyambungan dengan baik. Setelah terjadi penyambungan tulang dengan sempurna, maka implan tersebut telah kehilangan fungsinya dan hanya menjadi benda asing dalam tubuh.

Dalam artikel ini, penulis mengkhususkan pembahasan mengenai implan ortopedi sementara, terutama dalam penggunaan plates dan screws atau biasa disebut plat logam untuk fiksasi fraktur.[1,2]

Untung-Rugi Pengangkatan Plat Logam Pasca Penyembuhan Fraktur

Setelah terjadi penyembuhan fraktur secara sempurna (fracture union) maka plat logam telah kehilangan fungsinya dan hanya menjadi benda asing dalam tubuh. Meski demikian, operasi pengangkatan plat logam merupakan tindakan yang invasif, dimana diperlukan pembuatan insisi lagi pada kulit dan juga pasien akan terpapar risiko bedah maupun anestesi. Hal ini menyebabkan masih banyak perdebatan mengenai apakah tindakan pengangkatan plat logam secara rutin diperlukan pasca penyembuhan fraktur apabila pasien tidak memiliki keluhan.

Keuntungan Pengangkatan Plat Logam Pasca Penyembuhan Fraktur

Plat logam pada tulang yang telah mengalami penyembuhan memiliki efek stress shielding, dimana tulang di tempat melekatnya plat logam tidak mendapatkan tekanan yang sama dengan tulang yang tidak tertutup plat logam. Lama-kelamaan, tulang tersebut dapat mengalami osteopenia atau osteoporosis sehingga rentan terjadi peri-implant fracture di kemudian hari, terutama pada tulang-tulang panjang ekstremitas bawah. Adanya benda asing dalam tubuh juga memiliki potensi tempat melekatnya bakteri, sehingga dapat berpotensi menjadi sumber infeksi walaupun risiko ini kecil. Oleh karenanya, pengangkatan plat logam dapat mencegah terjadinya peri-implant fracture dan infeksi.[2-4]

Selain itu, banyak pasien yang memakai plat logam mengeluhkan gangguan fungsi anggota gerak dan tindakan pengangkatan plat logam dilaporkan menghasilkan peningkatan ruang gerak sendi secara signifikan. Pasien dengan plat logam yang tertanam juga dapat merasa tidak nyaman akibat adanya penonjolan terkait implan ortopedi yang mereka pakai, sehingga penggunaan plat logam akan bermanfaat dalam mengurangi ketidaknyamanan ini. Implan ortopedi yang paling sering menimbulkan gejala setelah pemasangan adalah plat ankle atau tibia, tension band wiring patella dan olecranon, plat olecranon, dan nail intramedularis femur dan tibia.

Dalam sebuah studi oleh Ko et al terhadap 84 pasien tanpa keluhan, dilaporkan bahwa  pengangkatan plat maupun nail intramedularis femur dan tibia mampu secara signifikan meningkatkan kepuasan, kualitas hidup, dan mengurangi keluhan nyeri pasien. Meski demikian, terdapat beberapa komplikasi tindakan yang timbul, seperti terbentuknya jaringan parut, kejadian fraktur ulang (refracture), dan cedera saraf.[3,4]

Risiko Pengangkatan Plat Logam Pasca Penyembuhan Fraktur

Walaupun didapatkan beberapa manfaat setelah dilakukan pengangkatan implan ortopedi seperti peningkatan fungsi anggota gerak, kualitas hidup yang lebih baik, dan nyeri yang berkurang bahkan menghilang, tindakan pembedahan untuk mengangkat implan ortopedi cukup sulit dan dapat menyebabkan komplikasi seperti cedera neurovaskular, fraktur, dan infeksi. Hal yang sering menjadi hambatan dalam prosedur pengangkatan implan adalah sulitnya memisahkan implan dari tulang. Hal ini sering ditemukan terutama pada penggunaan plat locking dengan tulang yang tumbuh di sekitar plat maupun screw. Perubahan bentuk lubang tempat masuknya obeng pada kepala screw juga menjadi salah satu kendala yang dapat ditemui pada saat pengangkatan plat logam.[3,4]

Selain itu, meskipun beberapa penelitian menunjukan pengangkatan implan ortopedi bermanfaat dalam mengurangi keluhan nyeri, ada juga penelitian lain yang menunjukan nyeri yang semakin meningkat setelah dilakukan pengangkatan implan. Pengangkatan plat logam juga membawa risiko terjadinya fraktur kembali (refracture) karena adanya atrofi pada korteks tulang setelah dilakukan pemasangan plat logam.[2-5

Indikasi Pengangkatan Implan Ortopedi Sementara

Pengangkatan plat logam maupun implan ortopedi lainnya, biasanya diindikasikan apabila diaplikasikan pada anak-anak. Hal ini dikarenakan pada anak-anak tulang masih dalam pertumbuhan, sehingga apabila plat logam dipertahankan setelah fraktur sembuh dapat mengganggu pertumbuhan tulang. Selain itu, apabila plat tidak diangkat, maka tulang dapat tumbuh menimbun plat logam sehingga akan sulit untuk dilakukan pengangkatan implan di kemudian hari.

Pada orang dewasa yang tidak memiliki gejala atau keluhan, sampai saat ini belum didapatkan panduan baku mengenai perlu-tidaknya pengangkatan setelah dilakukan pemasangan implan ortopedi sementara.[2-4]

Kesimpulan

Pengangkatan plat logam dapat bermanfaat mencegah osteopenia atau osteoporosis pada tulang yang dipasangi plat, menurunkan keluhan nyeri atau ketidaknyamanan, meningkatkan ruang gerak sendi, menghilangkan tonjolan yang timbul akibat adanya plat logam, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Meski demikian, pengangkatan plat logam merupakan prosedur yang cukup sulit dilakukan, misalnya karena adanya tulang yang tumbuh di sekitar plat sehingga pengangkatan lebih susah dilakukan. Pengangkatan plat logam juga berisiko menyebabkan jaringan parut pada luka operasi, meningkatkan risiko infeksi, refracture, ataupun cedera neurovaskular.

Belum ada konsensus yang jelas dan bukti ilmiah yang kuat untuk merekomendasikan apakah pengangkatan plat logam perlu dilakukan secara rutin pada pasien yang tidak memiliki keluhan dan sudah mengalami union. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan rekomendasi bagi klinisi.

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Yelvi Levani 

Referensi