Konseling seperti apa yang tepat dan efektif diberikan kepada pasien untuk berhenti merokok - Jiwa Ask the Expert - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat siang dokter Soeklola,Terkait dengan upaya berhenti merokok, salah satu kompetensi dokter umum di SKDI adalah konseling ke pasien untuk henti rokok,...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Konseling seperti apa yang tepat dan efektif diberikan kepada pasien untuk berhenti merokok - Jiwa Ask the Expert

    Dibalas 03 Mei 2021, 14:04

    Selamat siang dokter Soeklola,

    Terkait dengan upaya berhenti merokok, salah satu kompetensi dokter umum di SKDI adalah konseling ke pasien untuk henti rokok, namun kendala yang ada di praktik adalah pasien sulit untuk berhenti langsung, dan angka kejadian relaps setelah 1 tahun sangat tinggi, apakah ada modalitas terapi atau modul konseling yang bisa digunakan di fasilitas layanan primer?

    terima kasih

28 April 2021, 11:27
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

Alo dr. Andi,

Terima kasih atas pertanyaan yang sangat menarik. Benar untuk kebiasaan merokok atau kita sebut dengan adiksi nikotin sifatnya tidak bisa dihentikan langsung. hal ini terkait dengan ikatan nikotin di reseptor nikotin di otak kita yang menjadikan saat berhenti tiba-tiba akan timbul withdrawal. Efek dari withdrawal ini bermacam-macam tergantung dari tiap individu (paling sering dilaporkan berupa mengantuk, konsentrasi menurun, peristaltik usus melambat hingga konstipasi, pandangan buram, low mood dan sebagainya). Adapun untuk hilangnya sebuah rasa craving di reseptor otak sendiri sekurangnya membutuhkan waktu 6 bulan, ini sebabnya angka relapsnya sangat tinggi.

 

Salah satu metode yang dapat dijalankan di faskes primer berupa tehnik motivational, perlu diingat tehnik ini baru bisa diterapkan jika si pasien sendiri juga sepakat dan memiliki motivasi untuk menghentikan (terkadang yang menjadi kendala penghentian tersebut atas kehendak orang lain termasuk dokternya). saran yang dapat dilakukan berupa:

1. Menentukan motivasi bersama alasan penghentian rokok (motivasi ini dapat juga berupa menyadarkan pasien kerugian dari merokok bagi dirinya)

2. Menentukan hal apa saja yang membuat ia memutuskan perlu merokok (perlu dipahami pada gangguan jiwa lain seperti depresi, rokok sendiri sering dipakai untuk menenangkan dan meningkatkan kemampuan konsentrasinya yang hilang akibat gangguan depresi yang dialami). Pada kasus terdapat gangguan jiwa lain maka gangguan jiwa ini perlu diatasi.

3. Menentukan langkah yang dapat dilakukan saat keinginan merokok datang

4. Penurunan jumlah rokok secara bertahap (biasanya disarankan seluruh rokok dimasukkan ke dalam sebuah kantong plastik bening sesuai jumlah yang dikonsumsi setiap hari, kemudian tiap 3-5 hari sekali jumlah rokok tersebut diturunkan 1 batang. lama penurunan pun disesuaikan dengan kemampuan pasien). Kecuali memang risiko dan manfaat penghentian segera dapat lebih besar manfaatnya.

Mudah-mudahan cara ini dapat diterapkan dan membantu.

28 April 2021, 20:04
dr. Soeklola SpKJ MSi
dr. Soeklola SpKJ MSi
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

Alo dr. Andi

Berikut saya kirimkan attachement yang mungkin dapat membantu pelaksanaannya.

Semoga membantu.

FactSheet_Smoking_MotivationalInterviewing_2018.pdf
03 Mei 2021, 14:04

Banyak terima kasih dr. Soeklola, Sp.KJ, MSi atas pencerahannya, sangat membantu untuk praktik, salam hormat, andi