bengkak sebelah wajah pada kecurigaan reaksi anafilaksis - Diskusi Dokter

general_alomedika

alo dok , ijin bertanya untuk kasus yang berhubungan dengan reaksi anafilaksisseorang anak , P , usia 8th , datang dengan keluhan bengkak pada kelopak mata...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • bengkak sebelah wajah pada kecurigaan reaksi anafilaksis

    Dibalas 30 Agustus 2018, 13:27

    alo dok , ijin bertanya untuk kasus yang berhubungan dengan reaksi anafilaksis


    seorang anak , P , usia 8th , datang dengan keluhan bengkak pada kelopak mata (kanam dan kiri , dimana kelopak mata kiri lebih bengkak dibanding sebelah kanan) dan bibir setelah mengkonsumsi obat sakit gigi dari TS dokter gigi


    riwayatnya , anak ini mengalami nyeri pada rahang bawah kiri , kemudian memeriksakan diri ke dokter gigi pertama , diberikan 2 obat , yang satu amoxicilin , yang satunya lagi orang tua tidak ingat nama obatnya dan tidak dibawa saat pemeriksaan di ugd


    kemudian , setelah mengkonsumsi obat dari dokter gigi , pipi sebelah kiri menjadi bengkak .. karena merasa tidak membaik , pasien kembali ke dokter gigi lain dan diberikan natrium diklofenak dan amoxicilin + as.klavulanat


    pada saat pemeriksaan di ugd , memang ditemukan bengkak pada kelopak mata kanan kiri (kiri lebih jelas) , pipi kiri dan bibir , ditemukan juga trismus , lainnya dalam batas normal


    pertanyaan saya , apakah bengkak kelopak mata kiri berhubungan dengan keluhan seputar gigi dan mulutnya atau kecurigaan ke arah anafilaksis na diklofenak ?


    karena ibu pasien menyampaikan , mata kanan anaknya baru bengkak setelah menangis , sebelumnya hanya kelopak mata kanan saja yang bengkak


    mohon masukkannya dok , terima kasih :)

30 Agustus 2018, 12:48

Alo dokter!

Untuk diagnosis anafilaksis, kriterianya sebagai berikut, dok :

1.Onset gejala akut (beberapa menit hingga beberapa jam) yang melibatkankulit, jaringan mukosa, atau keduanya (misal: urtikaria generalisata, pruritus dengan kemerahan, pembengkakan bibir/lidah/uvula) dan sedikitnya salah satu dari tanda berikut ini:

-Gangguan respirasi (misal: sesak nafas, wheezing akibat bronkospasme, stridor, penurunan arus puncak ekspirasi/APE, hipoksemia).

-Penurunan tekanan darah atau gejala yang berkaitan dengan kegagalan organ target (misal: hipotonia, kolaps vaskular, sinkop, inkontinensia).

2. Atau, dua atau lebih tanda berikut yang muncul segera (beberapa menit hingga beberapa jam) setelah terpapar alergen yang mungkin (likely allergen), yaitu:

-Keterlibatan jaringan mukosa dan kulit

-Gangguan respirasi

-Penurunan tekanan darah atau gejala yang berkaitan dengan kegagalan organ target

-Gejala gastrointestinal yang persisten (misal: nyeri kram abdomen, muntah).

3. Atau, penurunan tekanan darah segera (beberapa menit atau jam) setelah terpapar alergen yang telah diketahui (known allergen), sesuai kriteria berikut:

-Bayi dan anak: Tekanan darah sistolik rendah (menurut umur) atau terjadi penurunan > 30% dari tekanan darah sistolik semula.

-Dewasa: Tekanan darah sistolik <90 mmHg atau terjadi penurunan >30% dari tekanan darah sistolik semula.

Kalo dari cerita dokter, sepertinya masih belum memenuhi kriteria untuk anafilaksis dok. Pada pasien dokter sepertinya lebih ke reaksi alergi atau angioedema. cmiiw

30 Agustus 2018, 13:24

Alo dr. Eka, 

Ikutan sharing, kalau menurut saya, kemungkinan DD dan penyebabnya masih luas bisa digali dari anamnesisnya yah Dok.... bisa saja karena memang dari faktor matanya sendiri (si anak mengucek2 matanya), atau dari alergi akibat antibiotik Amox dan atau Aspirin-like-drugsnya (ini dari pengalaman saya sendiri juga Dok, sehabis minum obat-obat analgesik seperti aspirin, na diklofenak, ibuprofen pasti bengkak mata dan bibir; jadi biasanya kalau konsumsi disertai dengan obat anti alergi dan kortikosteroid.. ); atau bisa juga progresif dari penyakit gilutnya (maaf sy agak kurang paham tentang ini tapi  kalau tidak salah ingat, CMIIW infeksi di gilut bagian rahang atas bisa menyebabkan pembengkakan di sekitar mata juga)

Kalau untuk anafilaktik, setuju dengan dr Qintha, sepertinya masih agak jauh yah Dok, hanya memang dari alergi yang tidak tertangani dengan baik mungkin dapat berkembang dan membahayakan....

Bisa dicoba dengan off obat-obatannya Dok, atau digantikan dengan golongan lain untuk menyingkirkan kemungkinan alergi, dan juga dilakukan penilaian terhadap visus Anaknya apakah memang ada gangguan atau tidak; edukasi untuk kebersihan daerah mata (jangan mengucek2 mata); dan jika masih ragu, kita bisa rujuk ke dokter Gilut dan dokter mata untuk penilaian lebih lanjut. 

30 Agustus 2018, 13:27
selamat siang Dok, setuju dengan dok Bedry untuk penegakan diagnosis anafilaksisnya Dok, pada kasus diatas cukup tertarik dengan perjalanan penyakit anaknya ya Dok, pertama setelah anak mengkonsumsi obat dari dokter pertama ternyata sudah sudah ada gejala namun terjadi pengulangan pemberian satu jenis obat yang sama kembali, yang kedua belum bisa dipastikan juga ya Dok karena tentu proses atau perjalanan dari penyakit sebelumnya masih mungkin ya Dok (anak sebelumnya nyeri pada rahang) kemudian kondisi nya saat ini ada bengkak di pipi dan area wajah disertai dengan trismus ,
apakah sudah dipastikan tidak ada masalah pada area gigi mulut dan rahangnya Dok?
atau apakah ada tanda2 yang mengarah ke infeksi Dok?